Tuntas, Review bisnis vtube apakah penipuan atau benar murni bisnis periklanan

    0

    Banyak yang bertanya tentang bisnis vtube apakah penipuan ataukah memang benar bisnis periklanan seperti  yang digembor gemborkan para member alias vtubers selama ini.

    Untuk menjawabnya, tentunya kita harus melihat dulu dari berbagai aspek dan sudut pandang guna mendapatkan informasi yang utuh, bukan hanya dari sisi yang Pro atau dari sisi yang Kontra.

    Dengan demikian, kita tidak tergiring dalam sebuah opini dari salah satu kubu saja, namun bisa membandingkan pemaparan dari kedua sisi, yang pada akhirnya kita sendirilah sebagai individu yang bisa menilai dan menyimpulkannya.

    Nah, dalam ulasan kali ini kita akan bahas tentang bisnis advertising atau periklanan dulu yang menjadi tonggak dasar dari bisnis vtube.

    Kita akan intip bagaimana bisnis periklanan yang dijalankan oleh Google dan Facebook sebagai gambaran, yang selanjutnya kita akan bahas bisnis periklanan yang diclaim dijalankan oleh Vtube.

    Mengenal bisnis advertising Google dan Facebook

    Bukan rahasia lagi bahwa Google dan Facebook menjadi Perusahaan Raksasa yang salah satu pendapatan terbesarnya berasal dari bisnis iklan atau advertising.

    Contoh iklan Google: Ditampilkan sesuai keyword yg kita cari
    Contoh iklan Facebook: ditampilkan sesuai perilaku online atau minat kita

    Aset terbesar dari kedua Perusahaan ini adalah database penggunanya. Yes, mereka memang memiliki database pengguna dengan cukup lengkap, mulai dari lokasi penggunanya berada, Jenis kelamin, Usia, Minat, pendidikan, bahkan history dari perilaku online juga punya. Dan Jumlahnya sangat besar, ratusan juta hingga Milyaran orang di seluruh dunia.

    Makanya, tak jarang kan kalau kita biasanya browsing dan suka lihat lihat produk A misalkan, eh tau tau saat buka Facebook atau buka halaman situs online, tiba tiba nongol iklan produk A tadi.

    Artinya iklan yang muncul baik di beranda Facebook maupun di halaman situs online yg dipasangi iklan Google, disesuaikan dengan kebiasaan kita, minat kita, atau paling nggak ya memang si pengiklan mentargetkan kita sesuai profil kita yang disimpan oleh Facebook maupun Google tadi.

    Contoh setting targeting audience FB Ads

    Kalau iklan yang muncul memang sesuai denagn minat kita, maka potensi iklan tersebut untuk kita klik akan semakin besar.

    Bahkan bisa jadi kita tertarik untuk membeli dan akhirnya terjadi transaksi dengan si pemasang iklan, yang artinya pemasangan iklan mereka sukses.

    Dengan demikian, akan muncul sebuah ekosistem yang saling menguntungkan antara si pemasang iklan (Advertiser) dan pemilik layanan (Google atau Facebook).

    Si Advertiser gak sia sia bayar biaya iklan karena akhirnya berujung pada lakunya produk yang mereka tawarkan karena iklan mereka ditayangkan pada orang orang yang tepat, orang orang yang berpotensi untuk membeli produk mereka.

    Sementara Google dan Facebook juga mendapat kepercayaan para pelanggannya karena bisa memberikan pelayanan sesuai yang diinginkan. Bisa jadi Pelanggannya akan terus menggunakan layanan mereka ke depannya, yang artinya ya pundi pundi pemasukan mereka tetap terjaga.

    Saya sendiri juga sering menggunakan layanan Facebook (FB Ads) dan juga Google (Google Ads) dalam mengiklankan bisnis atau produk yang saya jual.

    Menengok bisnis Advertising yg dilakukan Vtube

    Kembali ke pokok bahasan, yakni kita akan melihat bagaimana bisnis periklanan yang dilakukan oleh Vtube. Layakkah para pengiklan atau Advertiser memasang iklan mereka di Vtube? Benarkah penghasilan para member berasal dari pendapatan Vtube dari jasa pemasangan iklan ini?

    Kita akan membahasnya dari beberapa aspek, mulai dari data base yang dimiliki Vtube, penargetan iklan, serta tentunya biaya untuk pasang iklan di sini.

    Database Vtube

    Kalau kita tengok info yang tertera pada detail aplikasi di google play store, maka jumlah database atau pengguna dari aplikasi ini berkisar antara 5-10 juta.

    Database Vtube, jumlah pengguna vtube

    Angka itu adalah jumlah orang yang mendownload aplikasi tersebut dan kita asumsikan sebagai pengguna sekaligus sebagai database mereka, karena yg menjalankan bisnis Vtube pasti menginstall aplikasi ini di HP mereka.

    Adapun informasi yang mereka kumpulkan dari para penggunanya meliputi Jenis kelamin, Usia, dan Lokasi. Tidak ada data tentang hobi maupun kebiasaan alias aktivitas online dari anggota, sesuai denagn isian form saat melakukan registrasi.

    profiling database pengguna vtube

    Penargetan Iklan di Vtube

    Seperti pada pemaparan di atas tentang layanan iklan di Facebook dan Google, kekuatan mereka ada pada database pengguna sebagai target audience para pemasang iklan.

    Kita bisa memilih siapa yang akan disuguhi tayangan iklan kita, mulai dari jenis kelamin, usia, lokasi, minat atau interest, sesuai dengan keinginan kita.

    Sayangnya, di Vtube sepertinya tidak ada fitur ini. Terlihat dari tampilan pembuatan iklan yang hanya meyediakan pengaturan Gambar, Link, Judul, deskripsi, dan kategori.

    Fitur pemasangan iklan di vtube

    Lalu siapa yang akan melihat iklan kita? Tidak lain adalah para member Vtube itu sendiri, entah laki atau perempuan, berapa usianya, di mana lokasinya, apa minat atau interest mereka, yang jelas sebagai pengiklan kita tidak bisa menentukan.

    Sayangnya lagi, para member ini bisa dibilang Audience bayaran, mereka sengaja diarahkan untuk melihat tampilan iklan kita. Ya, sekedar melihat tampilan iklan kita.

    Minat atau tidak terhadap isi iklan, tidak jadi soal buat mereka. Yang penting tonton iklan sekitar 5-15 detik, tutup, beres dan mereka dianggap menyelesaikan misi dan dapet komisi.

    Jika seperti itu, siapa yang mau pasang iklan di sana? Udah gak bisa targeting audience sesuai kriteria kita, yg lihatpun adalah audience bayaran yg kejar tonton iklan agar dapet komisi.

    Bisa dipastikan memasang iklan di Vtube kurang menjanjikan, sulit mendapatkan penjualan, setidaknya itu pandangan saya terhadap kondisi saat ini.

    Biaya pasang iklan di Vtube

    Selanjutnya yang menjadi pembahasan adalah tentang biaya beriklan di Vtube. Menurut pandangan saya pribadi dari sisi Advertiser atau Pengiklan, tariff yang dikenakan jika beriklan di Vtube tergolong mahal.

    Sebagai contoh akan saya tunjukkan screenshot biaya pasang iklan banner yang muncul sekitar 5 detik dan jumlah tayang sebanyak 20.000x tayangan.

    Contoh biaya paket iklan termurah di vtube

    Di situ bisa kita lihat bahwa biayanya tertulis sebesar 5000,00 Gold. Padahal harga untuk pembelian Gold bisa dilihat pada gambar table di bawah.

    Tabel harga top up Gold vtube

    Artinya, untuk memasang iklan banner seperti pilihan di atas, kita harus merogoh duit sebesar $50 atau sekitar Rp700.000 (jika kurs Rp14.000/USD).

    Belum lagi kalau kita telisik pemaparan di atas, yang akan melihat iklan kita bisa dibilang audience bayaran, gak bisa targeting sesuai kemauan kita. Bisa bisa boncos dong campaign kita alias no hasil.

    Kesimpulan

    Melihat ulasan tentang cara kerja bisnis advertising atau periklanan yang dijalankan Vtube di atas, sepertinya akan sulit mendapatkan klien untuk memasang iklan di platform mereka.

    Selain targeting audience yang kurang mendukung, dari segi biaya atau tariff juga tergolong mahal jika dibandingkan dengan pemasangan iklan melalui FB Ads.

    Begitu juga dengan potensi ROI yang akan didapat oleh para pengiklan juga bisa dibilang cukup sulit diraih, mengingat iklan mereka akan dilihat oleh penonton bayaran.

    Jadi, kalau dibilang Vtube adalah bisnis periklanan, dan bayaran member didapat dari penghasilan pemasangan iklan klien mereka, koq sangat sulit untuk diterima nalar.

    Ya, terutama bagi mereka yang paham tentang dunia advertising atau periklanan, pastinya mereka akan geleng geleng kepala aja.

    Untuk anda yang awam, sebaiknya cari referensi lagi atau belajar lagi tentang dunia advertising, agar anda bisa berpikir logis sebelum berinvestasi atau terjun ke bisnis Vtube.

    Pendapatan Vtube dari iklan Google Adsense?

    Mungkin akan ada yang menyanggah ulasan di atas, dan mengatakan bahwa penghasilan Vtube bukan hanya dari iklan yg dipasang klien melalui aplikasi Vtube seperti contoh di atas, namun dari iklan Google Adsense juga.

    Wait, awalnya saya juga mengira akan demikian. Developer Vtube akan menayangkan iklan Google Adsense di aplikasinya. Namun nyatanya TIDAK.

    Saya sendiri tidak menemukan iklan dari Google Adsense pada tampilan aplikasi Vtube, terlihat dari tampilan dan penampakan iklan yang muncul di sela sela feed video pada halaman aplikasi tersebut.

    Sebagai Publisher Google Adsense pastinya paham, bahwa memang gak boleh pasang iklan Google Adsense di aplikasi yg mana pengguna aplikasi tersebut diarahkan untuk klik iklan.

    Sudah pasti akunnya akan di banned oleh Google karena dianggap akan merugikan para Advertiser. Jadi, buang jauh jauh pemikiran bahwa Vtube akan mendapatkan penghasilan dari penayangan iklan Google Adsense.

    Bisnis vtube apakah Penipuan?

    Balik lagi kalau ditanya pertanyaan seperti itu, silahkan anda kumpulkan berbagai informasi tentang bisnis Vtube. Anda sendirilah yang nanti bisa menilai dan menyimpulkannya.

    Yang bisa saya sampaikan adalah bahwa jika bisnis Vtube dibilang murni bisnis advertising alias periklanan dan penghasilan member didapat dari pendapatan Perusahaan dari biaya pemasangan iklan di platform mereka, saya bilang saya GAK yakin dan cenderung gak percaya.

    Kenapa? Ya dari pemaparan di atas tadi. Akan sulit meyakinkan para Advertiser atau pengiklan untuk memasang iklan mereka di platform vtube.

    Saya sendiri aja yg masih aktif menggunakan FB Ads dan Google Ads untuk beriklan merasa enggan untuk memasang iklan di Vtube karena berbagai pertimbangan tadi.

    Faktanya banyak member vtube yang terima bayaran?

    Yes, memang ada yang bayaran denagn menjual perolehan VP. Tapi bukan berarti hasil bisnis Advertising Vtube yg diperoleh Perusahaan yang digunakan untuk pembayaran member denagn VP.

    Faktanya Kan ada uang member juga yang diputar di dalamnya untuk pembelian VP alias View Poin, dan itu yang disinyalir sebagai skema Ponzi alias money game oleh sebagian pengamat.

    Namun sekali lagi saya tidak mengatakan kalau bisnis Vtube adalah bisnis skema Ponzi atau money game. Saya lebih suka mengurai data, toh anda sendiri nantinya yang bisa menilai.

    Jadi, bagaimana kalau kita ulas dulu tentang cara member bisa memperoleh VP (view poin). Benarkah bisnis Vtube bisa menghasilkan uang? Dari mana sumber penghasilannya?

    Berapa potensi penghasilan member gratisan jika menjalankan bisnis Vtube dan murni mengandalkan nonton iklan? Berapa lama waktu paling cepat yang dibutuhkan untuk menghasilkan uang dan bisa diwithdraw atau ditarik ke rekening?

    Penasaran? Kita akan bahas pada artikel selanjutnya ya.

    *Btw, buat kamu yag penasaran tentang daleman atau isi dari aplikasi Vtube, silahkan anda coba daftar Gratis dengan mengikuti tutorial di artikel ini:
    Cara Daftar Vtube terbaru 2020

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Exit mobile version