Strategi Pemasaran Online Untuk Meningkatkan Penjualan

0
34

strategi pemasaran online untuk meningkatkan penjualan

Strategi pemasaran online – Di saat pandemi seperti ini, banyak penjualan yang menurun drastis, hingga omset tinggal 10% – 30% dari omset normal.

Dari omset yang tersisa,  terbanyak adalah dari pemesanan online. Artinya, meskipun diterpa pandemi, penjualan melalui online tetap berjalan.

Jadi untuk meningkatkan omset di saat situasi pandemi seperti ini, dibutuhkan strategi pemasaran online yang tepat untuk para pelaku usaha.

Kenali strategi pemasaran online agar konversi penjualan online naik.

Dengan memahami beberapa strategi pemasaran online berikut, diharapkan penjualan online anda bisa meningkat. Terapkan mana saja yang cocok untuk diimplemetasikan pada bisnis anda.

Persiapan Toko Online

Memasarkan produk secara online artinya harus mempunyai toko secara virtual. Toko bisa berupa akun sosial media atau website.

Yang terpenting dari toko online adalah menyiapkan kontak yang mudah dihubungi, foto yang menarik untuk calon konsumen, logo untuk dijadikan profil di sosial media atau website. Buat yang tidak punya keahlian mendesain, banyak penyedia aplikasi logo online yang berisi template-template gratis, seperti Canva.

Hot Market atau Cold Market

Sebelum memulai pemasaran online, harus diketahui akan menjalankan promosi dengan cara hot market atau cold market. Ada produk yang lebih baik dipasarkan melalui Hot Market, ada juga yang lebih baik melalui Cold Market.

Sebenarnya apakah Cold atau Hot Market ?

Cold Market adalah beriklan di mana target marketnya tidak terlalu membutuhkan produk yang ditawarkan, tetapi sudah memiliki ketertarikan pada bidang yang berhubungan dengan produk yang dipromosikan. Misalnya seorang hobi bersepeda, meski sedang tidak membutuhkan apapun saat itu, tetapi karena berkali-kali melihat pernak-pernik sepeda yang ditawarkan, akhirnya tertarik untuk membeli.

Berbeda dengan Hot Market, di mana seseorang melakukan pencarian karena sedang membutuhkan sesuatu. Jadi kemungkinan terjadi konversi transaksi lebih besar. Misalnya, sedang membutuhkan jasa katering, calon konsumen akan melihat satu per satu hasil pencarian yang dilakukan dan kemudian mencari informasi langsung ke kateringnya, sebelum melakukan transaksi.

Setiap produk bisa dipasarkan dengan cara keduanya, tetapi dengan mempertimbangkan biaya, tenaga dan waktu sebaiknya konsentrasi di salah satu market terlebih dahulu.

Mengenali Target Market

Pengguna internet sangat besar saat ini, hampir semua usia laki-laki atau perempuan ada yang menggunakan internet. Tidak mungkin untuk melakukan promosi ke semuanya. Maka riset market perlu dilakukan.

Banyak data di internet yang bisa dijadikan acuan, misalnya rata-rata usia pengguna instagram, youtube, facebook. Berapa besar volume pencarian di mesin pencarian Google. Dengan target market yang tepat, pemasaran online bisa dioptimalkan.

Pemasaran Melalui Cold Market

Pemasaran model ini biasanya dilakukan melalui sosial media. Seperti sebutannya, pengguna sosial media adalah tempat bersosialisasi virtual antara keluarga dan teman.

Apabila ada penawaran produk secara terus menerus oleh salah satu teman di media sosial, apalagi bila ditambah tanpa pernah berinteraksi, tiba-tiba ada penawaran produk, akan merasa terganggu.

Bila hal ini yang terjadi, akun bisa diblok oleh teman. Jadi prinsip memasarkan di sosial media, jangan melakukan spam, karena meskipun teman sosial media ada ketertarikan dengan produk yang ditawarkan, akan mengganggu kenyamanan.

Apabila berpromosi tanpa menggunakan iklan berbayar di sosial media, harus mengikuti etika bersosial media. Tetap berinteraksi dengan teman di sosmed dan sesekali menyelipkan penawaran produk.

Bergabung di komunitas online yang biasanya ada di sosial media, juga bisa digunakan sebagai sarana promosi. Tetapi dengan tetap menjaga etika bersosial media dan mengikuti aturan komunitasnya tentang cara promosi di dalam komunitas tersebut.

Pemasaran Hot Market

Memasarkan produk dengan cara hot market artinya menggunakan mesin pencarian. Dan mesin pencarian yang paling banyak digunakan adalah Google. Pemasaran produk melalui Google bisa dilakukan dengan 2 cara, melalui website atau melalui Google Business untuk pemasaran lokal.

Membuat website dan mengoptimasinya bukan pekerjaan yang mudah. Di samping itu juga membutuhkan biaya. Yang lebih mudah adalah melalui Google Business. Google akan menampilkan hasil pencarian di lokasi terdekat di bagian peta Google, bagian teratas hasil pencarian.

gambar hasil pencarian google bisnis

Agar bisa keluar di hasil pencarian Google melalui Google Business, harus mendaftar di layanan Google Business, https://www.google.com/business/ dan lengkapi datanya.

Menggunakan Iklan Berbayar

Selain cara tanpa iklan berbayar atau yang biasa disebut trafik organik, iklan berbayar dapat dilakukan apabila ingin mendapatkan penjualan secara cepat.

Penggunaan cara organik di media sosial ataupun di mesin pencarian Google membutuhkan waktu sedikitnya 2-3 bulan. Waktu tersebut digunakan untuk mengoptimasi dan pertumbuhan trafik secara organik.

Agar iklan berbayar baik di media sosial atau di mesin pencarian Google sukses mendatangkan orderan, maka target market iklan harus tepat sasaran. Target market yang ditentukan seperti lokasi, usia, gender, hari beriklan, jam beriklan, hobi dan masih banyak parameter lain.

Saat beriklan untuk mengetahui target yang tepat, bisa digunakan cara test split. Test split adalah mengiklankan produk yang sama dalam jangka waktu yang sama dengan target market yang berbeda atau copywriting iklan yang berbeda.

Dengan test split, setelah melampaui setting budget iklan, akan terlihat iklan yang mana yang mempunyai performance yang terbaik.

Iklan dengan performance terbaik dilanjutkan, sedangkan yang lain dihentikan. Tentunya cara test split ini membutuhkan dana yang lebih besar daripada hanya dengan 1 iklan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here