Banyak yang ngajak join bisnis Fingo, Nggak dulu deh

0
157

review bisnis fingo indonesia

Review Fingo Indonesia – Fingo memang menjadi salah satu peluang bisnis yang ramai diperbincangkan dalam beberapa bulan terakhir. Banyak yg menawarkan bisnis ini di berbagai group facebook yg saya ikuti.

Kebanyakan dari mereka sih ‘menjual’ nama Alibaba Group sebagai salah satu selling point. Ya, katanya pentolan Fingo adalah mantan petinggi Alibaba group sekaligus anak didik Jack Ma.

Yupz, kalo bicara soal Alibaba Group memang amazing banget. Siapa sih yg gak kenal sosok Jack Ma dan Alibaba nya? Orang ‘biasa’ yg akhirnya mampu menyulap Alibaba menjadi salah satu Perusahaan Ecommerce terbesar di dunia.

Ok, balik lagi ke Fingo. Kali ini saya akan menyoroti sistem kerjanya, bagaimana para member bisa menghasilkan uang, dan tentunya alasan saya ‘Enggak’ dulu kalo ditawarin buat join bisnis ini.

Program afiliasi dari bisnis Fingo

Dari informasi yg saya dapatkan di berbagai situs yg mereview atau mengulas bisnis Fingo, pada dasarnya Fingo merupakan platform ecommerce layaknya Bukalapak, Tokopedia, dan Lazada, namun Fingo  menawarkan program afiliasi berbayar.

Dengan bergabung menjadi affiliate nya, memungkinkan kita untuk mendapatkan income berupa komisi dari setiap orang yg kita ajak menjadi member, maupun dari setiap orang yg belanja di situs Fingo melalui link referral kita.

So, di sini ada dua macam sumber income jika kita menjalankan bisnis Fingo. Dari rekrut member untuk join affiliate program (berbayar), dan dari pembelanjaan orang melalui link referral kita.

Sayangnya, kedua sumber income tersebut bisa kita peroleh jika kita sendiri sudah membayar sekitar 700 ribuan untuk menjadi member Preferred Shopper (PS). Dengan kata lain, bisnis Fingo adalah bisnis berbayar, bukan bisnis gratis.

Mengapa harus belanja di Fingo, bukan di Bukalapak, Tokopedia, Lazada, atau Shopee?

Dalam promosinya, para member Fingo biasanya mengatakan bahwa harga produk di Fingo lebih murah dari tempat lain karena produk mereka langsung didatangkan dari pemilik produk, tanpa melalui vendor, distributor, retailer, dan semacamnya.

OK, anggap aja kita sudah join affiliate programnya Fingo dan sudah membayar 700 ribuan untuk menjadi member Preferred Shopper (PS).

Pertama kita akan bahas tentang potensi income dari orang yg belanja melalui link referral kita di Fingo, yakni sebesar 10%.

Pertanyaannya, seberapa mungkin orang akan belanja di Fingo daripada belanja di Bukalapak, Tokopedia, Lazada, atau Shopee?

Saya sendiri merupakan seseorang yg suka belanja Online, kebanyakan sih di Bukalapak dan Tokopedia. Sebulan bahkan bisa 3-5 kali belanja di situs itu.

transaksi di ecommerce bukalapak

Alasan saya belanja di situs itu ya apalagi kalo bukan kemanan transaksinya serta harga dan ongkirnya yg murah. Plus proses pengirimannya yg relatif cepat, karena biasanya saya akan pilih penjual yg lokasinya dekat degan lokasi saya. Bisa satu kota atau satu propinsi.

Nah, sejauh ini saya belum menemukan alasan kenapa saya harus belanja di Fingo. Pengirimannya sendiri masih dari luar negeri, ongkirnya? estimasi waktu? akan lebih lama pastinya.

Ya, kecuali kalo harga barangnya bisa separo dari harga sini, mungkin akan menjadi pertimbangan juga belanja di sana. Tapi kan sayangnya tidak.

Bahkan setelah dicoba cek beberapa produk, ternyata harga di Fingo jauh lebih mahal dari harga di marketplace lain. Wadawww…

So, bagi saya, potensi income dari mereferensikan orang (Indonesia) untuk belanja di Fingo, untuk saat ini masih belum ‘ngena’. Untuk dapet komisi dari segment ini sepertinya masih agak sulit.

Potensi income Fingo mengandalkan komisi rekrut member?

Coba saya tanya para member Fingo di Indonesia. Seberapa sering anda belanja produk di Fingo? Maksudnya belanja produk sehari hari ya, di luar produk paket bundling join yg katanya senilai 700 ribuan itu lho. Berapa kali dalam sebulan hayo?

Saya yakin meskipun anda sudah member, anda masih lebih prefer untuk belanja di ecommerce lokal seperti Bukalapak, Tokopedia, atau Shopee.

Nah, kalo anda aja yg sudah member, yg dapet potongan cashback, lebih memilih belanja di ecommerce lokal, apalagi kami orang ‘di luar’ Fingo.

So, ini yg tadi saya bilang potensi income dari komisi pembelanjaan orang di Fingo melalui link referral kita untuk saat ini masih ‘sulit’ didapat.

Dengan demikian, yg bisa anda harapkan saat ini adalah komisi dari rekrut member. Semakin banyak yg anda rekrut, semakin banyak komisi yg akan anda dapatkan.

Melihat kondisi ini, makanya, ada aja orang di luar sana yg menganggap bahwa bisnis Fingo seakan akan adalah bisnis member get member berkedok Ecommerce. Coba aja googling situs bahasbisnisdotcom. Liar baget tuh review tentang Fingo.

Fingo belum launching resmi di Indonesia

Sampai saat ini, Fingo masih belum secara resmi dilaunching di Indonesia. Dulu sih sempet denger akan launching di awal tahun. Namun sayangnya terus diundur sampai sekarang.

Tentunya hal ini akan menimbulkan spekulasi liar tentang Fingo. Apakah terkendala ijin? Apakah Fingo Legal? Belum tahu. Kita tunggu aja kabar selanjutnya.

Nah, itu tadi beberapa point yg membuat saya untuk saat ini masih enggan untuk join bisnis Fingo. Mulai dari join program affiliate  yg berbayar (banyak ecommerce lain yg menawarkan program afiliasi secara gratis), serta potensi income dari pembelanjaan orang di Fingo melalui link referral kita yg masih terbilang belum ‘potensial’ untuk masyarakat kita di Indonesia.

So, yang bisa diharapkan sebagai income dari bisnis Fingo untuk saat ini ya dari komisi member get membernya.

Punya pandangan lain tentang Fingo? Atau punya informasi terupdate seputar bisnis Fingo? Tulis aja di komentar ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here