Seluk beluk bisnis MLM alias multi level marketing

0
402

seluk beluk bisnis mlm atau multi level marketing companies

Multi level marketing atau lebih dikenal dengan istilah bisnis MLM mendapat penilaian yang berbeda dari masyarakat, ada yang mencibir, bersikap acuh, namun ada juga yang menyanjungnya. Sayangnya, banyak dari masyarakat kita (Indonesia), ikut memberikan penilaian buruk terhadap sistem pemasaran ini tanpa mengetahui definisi sebenarnya. Baru dengar istilah MLM aja sudah pada sawan dan merasa ‘jijik’ tanpa berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang program atau bisnis yang ditawarkan oleh Multi Level Marketing Companies (perusahaan-perusahaan yang menjalankan sistem pemasarannya dengan konsep MLM).

Tidak salah memang mengingat akhir-akhir ini banyak bisnis opportunity alias peluang bisnis berbasis Money Game atau Investasi yang mengatasnamakan bisnis MLM. Padahal dari segi konsep dan cara kerjanya sudah sangat berbeda, begitu pula dengan proses perijinan dan pengawasannya. Salah satu lembaga pengawasan yang menaungi bisnis MLM adalah APLI yang merupakan kependekan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Makanya tak jarang dari masyarakat yang mengerti seluk beluk bisnis akan menanyakan apakah Perusahaan MLM yang ditawarkan  sudah memiliki SIUPL (surat ijin usaha penjualan langsung) serta mengantongi keanggotaan dari APLI apa belum. Lain halnya dengan masyarakat awam yang tidak mau mencari informasi lebih (baca : malas belajar), yang sekonyong-konyong langsung menolak bahkan mencibir begitu mendengar penawaran bisnis berbasis MLM. Menurut mereka, bisnis MLM = penipuan, dan menguntungkan orang di atas.

Untuk itu saya membuat artikel ini yang akan memberikan penjelasan dasar tentang apa itu multi level marketing, bagaimana cara kerjanya, serta tips apa saja yang perlu kita pahami untuk bisa membedakan antara bisnis Money Game, Investasi bodong, dan bisnis MLM. Dengan demikian, diharapkan anda dapat memiliki pemahaman yang cukup dan terhindar dari berbagai jenis penipuan yang mengatasnamakan ketiganya.

Konsep dasar sistem Multi Level Marketing

Multi level marketing bisa disebut sistem penjualan berjenjang. Untuk mempermudah pemahaman anda, akan saya berikan contoh sederhana sebagai berikut :

Saya memiliki produk parfum. Proses penjualan normal dari parfum ini adalah saya jual, anda beli. Jika anda membelinya maka saya akan mendapatkan keuntungan. Lalu bagaimana jika anda ingin menjual kembali produk tersebut? Kemungkinannya ada 2, yaitu anda menjual kembali dengan harga lebih mahal, atau anda meminta diskon ke saya sehingga anda bisa menjual kembali dengan harga yang sama. Lebih jauh lagi, jika penjualan anda bagus dan volumenya cukup besar, wajar donk kalau saya memberikan bonus tambahan ke anda? Skema ini mirip dengan yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari, dari Pabrik – Distributor- Agen – hingga Toko/warung/penjual eceran.

Sekarang perhatikan contoh ke-dua.

Saya menjual produk parfum. Anda membelinya dari saya, dan saya beritahukan bahwa jika anda menjualnya kembali, anda akan mendapatkan keuntungan. Bukan dari saya, tapi dari perusahaan parfum tersebut. Tidak hanya itu, ketika anda berhasil menjualnya, bukan hanya anda saja yang mendapat keuntungan, tapi juga saya yang mengenalkan produk tersebut ke anda. Termasuk orang yang mengenalkan produk tersebut ke saya sebelumnya.

Itulah konsep dasar dari sistem penjualan berjenjang alias MLM. Dari setiap penjualan produknya, sudah diperhitungkan keuntungan yang didapat baik oleh penjualnya maupun orang yang mereferensikannya. Perusahaan sudah menghitung keuntungan dari setiap penjualan parfum tersebut dan dibagi-bagi. Ga salah donk? Apakah perusahaan dinilai boros dengan membagi keuntungan ke ‘Banyak’ orang di jaringannya? Tentu saja tidak. Dengan menggunakan sistem MLM, produk mereka akan lebih cepat dan mudah dikenal masyarakat luas tanpa harus menggelontorkan biaya promosi atau iklan yang tentu saja memakan biaya yang sangat besar. Tahukah anda berapa biaya promosi iklan di stasiun televisi? Koran? Radio?. Buanyaaakk sekali hingga ratusan juta rupiah. Itu pun dengan kuota waktu yang terbatas.

Lain halnya dengan sistem pemasaran MLM, para membernya akan dengan senang hati dan suka rela memperkenalkan, menjelaskan produk tersebut bahkan hingga berjam-jam seperti saat mengadakan table talk atau seminar. Dan itu Gratis alias tidak dibiayai oleh Perusahaan. Pengalihan biaya promosi itulah yang dimanfaatkan oleh Perusahaan untuk memberikan komisi atau bonus kepada seluruh jaringan membernya. Cerdas bukan? Lalu di mana letak penipuan yang banyak digemborkan oleh para Haters dari bisnis MLM ini?

Multi Level Marketing Companies vs Money Game

Meskipun konsep dasar sistem pemasaran MLM ini tidak bermasalah, namun anda patut bersikap waspada terhadap setiap penawaran bisnis berbasis MLM ini. Tak jarang ada pihak (perusahaan) yang mengatasnamakan bisnis MLM namun sebenarnya tak lebih dari sebuah skema Money Game. Berikut ciri-ciri yang mudah dilihat dari kedua bisnis tersebut ;

Money Game

  • Produknya tidak jelas atau ada produk tapi harganya sangat mahal dan tidak wajar.
  • Sumber penghasilan Upline/Sponsor adalah dari perekrutan member, bukan dari penjualan produk.
  • Sistem keanggotaannya bersifat seumur hidup.
  • Biaya pendaftaran mahal.
  • Sistem jaringannya berupa piramida dan jelas menguntungkan yang daftar duluan.
  • Kalo sudah di atas, meski gak ngapa-ngapain tetap dapat penghasilan yang wah.

MLM – Contoh : FM GROUP INDONESIA

  • Produknya jelas (terdaftar di BPOM) dan harga sesuai kualitas.
  • Sumber penghasilan berasal dari penjualan produk.
  • Keanggotaannya jika tidak digunakan akan hangus dalam kurun waktu 1 tahun.
  • Biaya pendaftaran relative murah mulai 30 ribu. Itu pun sudah mendapatkan starterkit/panduan.
  • Yang join duluan atau belakangan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
  • Kalau tidak ngapa-ngapain, gak jualan produk, gak membangun team, ya potensi bonusnya gak ‘nongol’.
  • Perhitungan bonus diperoleh dari volume penjualan group.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya MLM atau multi level marketing merupakan salah satu strategi marketing dengan mengandalkan kekuatan membernya dalam memperkenalkan dan menjual produk  ke masyarakat. Cara ini dinilai efektif untuk menekan biaya promosi perusahaan yang sangat besar, sehingga bisa dialokasikan untuk berbagi keuntungan hingga ke berbagai level dalam struktur jaringan membernya. Namun demikian, kita sepatutnya waspada terhadap penawaran bisnis yang mengatasnamakan MLM. Cari tahu lebih dalam mengenai perijinan, produk, dan sistem kerjanya agar terhindar dari sistem money game yang berkedok MLM.

Jangan lupa memberikan komentar dan silahkan dishare jika dirasa artikel ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here