Halal Haram Hukum Trading Forex menurut Fatwa MUI

6
6990

halal haram hukum trading forex menurut fatwa MUI

Apakah trading forex itu halal? Apakah trading forex itu haram? Apakah trading forex itu judi? Lalu bagaimana hukum trading forex menurut Islam, dalam hal ini fatwa MUI yang mewakili pendapat Ulama’ di Indonesia?

Itulah topik yang akan kita bahas kali ini. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam setiap diskusi tentang Forex. Terutama dari mereka yang mulai tertarik dan ingin terjun ke bisnis Forex Trading.

Sebagai pelaku bisnis Trading Forex, saya pun dalam beberapa minggu terakhir ini terus mencari dan mengumpulkan informasi terkait permasalahan ini, dan ini yang akan saya share kepada anda hari ini.

Apakah trading Forex itu Judi?

Tidak sedikit yang berpandangan bahwa Trading Forex itu sama saja dengan judi. Pada umumnya mereka adalah para awam dalam dunia trading.

Mungkin karena mereka melihat bahwa dalam bisnis Trading Forex ini seseorang bisa saja kehilangan banyak uang dalam waktu singkat, atau bahkan bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Sama kayak orang yang main judi.

Menurut saya pribadi sih wajar, toh namanya orang awam.

Lalu, yang sebenarnya bagaimana? Judi apa bukan sih?

Untuk menjawabnya, silahkan anda simak perbandingan antara Judi dan trading Forex berikut ini:

  • Judi itu bersifat untung-untungan, sementara dalam Trading Forex tidak. Ada yang namanya analisa Teknikal dan analisa Fundamental untuk mengetahui apakah nilai mata uang suatu negara akan mengalami penguatan atau pelemahan.
  • Tidak ada produk yang jelas dalam Judi, sementara dalam Trading Forex, ada produk yang jelas untuk diperdagangkan, yaitu mata uang tiap negara.
  • Negara melarang keras kegiatan Judi, sementara Trading Forex tidak dilarang, bahkan Pemerintah melakukan regulasi dan pengawasan melalui BAPPETI.

Dari uraian di atas, saya rasa anda sudah bisa menarik kesimpulan, apakah Trading Forex itu sama dengan Judi atau Tidak.

Apakah Trading Forex itu Haram?

Pada dasarnya, Trading Forex itu sama halnya dengan jual beli pada umumnya. Dan dalam Islam, hukum Jual Beli itu pada dasarnya adalah halal.

Namun perlu dipahami bahwa sudut pandang (perspektif) Islam dalam menentukan Halal Haram itu sangatlah luas. Bisa jadi sesuatu yang pada dasarnya halal, namun karena proses dan cara melakukannya tidak benar, maka bisa saja menjadi Haram.

Contoh sederhana adalah ketika ‘Berdagang’ itu dihalalkan oleh Agama, namun akan menjadi Haram jika yang diperdagangkan adalah minuman Keras. Itulah yang namanya Perspektif.

Berikut beberapa kriteria yang perlu dipenuhi agar memenuhi kaidah jual beli dalam Islam.

  1. Harus dilakukan oleh orang yang sudah dewasa atau mengerti dan mampu mengatur uang.
    (Dalam prakteknya, rata-rata Broker Forex mewajibkan seseorang yang ingin membuka akun harus berumur 18 tahun ke atas).
  2. Harus disepakati oleh kedua belah pihak, tanpa ada paksaan.
    (Aktualnya, dalam Trading Forex tidak akan ada aktivitas Buy/Sell, bahkan Deposit, jika tidak ada kesepakatan sebelumnya).
  3. Barang yang diperdagangkan adalah bukan barang najis atau Haram.
    (Dalam Forex, yang diperjualbelikan bukan barang najis atau haram).
  4. Objek jual beli dapat diserah terimakan.
  5. Pembayaran dilakukan secara Tunai.

Secara umum, dari sekian banyak diskusi tentang hukum trading forex yang saya temui di berbagai forum maupun blog, rata-rata mempermasalahkan poin ke-4 dan 5 dari list di atas.

Ada yang menganggap bahwa transaksi Trading Forex Online (jual beli mata uang asing secara online) itu dilakukan tidak secara tunai. Dan itu yang menjadi dasar diharamkannya trading Forex.

Ada juga yang menganggap bahwa yang diperjual belikan dalam Trading Forex itu barangnya tidak diserahterimakan secara fisik, namun hanya berupa angka-angka digital saja.

Menurut mereka, yang boleh dan tidak haram dalam jual beli mata uang asing (FOREX) itu seperti di Loket Money Changer.

Kita menukar uang Rupiah kita dengan USD, dan semuanya dilakukan secara kontan/TUNAI (kita dapat fisik USD, mereka dapat fisik IDR), dan itu sesuai dengan kurs atau NILAI TUKAR SAAT ITU.

Sementara di Trading Forex secara Online, menurut mereka, ketika kita melakukan opsi Buy/Sell, uang kita langsung terpotong saat itu, dan kurs yang dipakai adalah kurs yg berlaku saat itu, namun kita baru mendapatkan uang  kembali setelah posisi trade ditutup (close) dalam beberapa waktu ke depan.

Jadi dianggap TIDAK TUNAI dan itu pun hitungannya mengikuti kurs saat posisi trade ditutup (bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari kurs sebelumnya saat open trade). Dan hal ini yang dianggap mereka sebagai SPEKULASI alias untung-untungan dan dianggap HARAM.

Pendapat Trading Forex Halal

Dari beberapa diskusi yang saya pantau di berbagai forum maupun blog, berikut garis besar penjelasan dari mereka yang berpandangan bahwa trading forex itu halal.

Bukan Tebak-tebakan

Trading Forex itu bukan sekedar tebak-tebakan atau untung-untungan. Namun perlu analisa mendalam baik secara Teknikal maupun Fundamental.

Jika anda hanya mengandalkan tebak-tebakan tanpa mempelajari ilmunya secara mendalam, baru bisa dikatakan anda hanya main spekulasi dan itu bisa jadi Haram.

Forex bukan Riba

Forex Trading itu murni memperdagangkan mata uang asing. Keuntungan diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual.

Beda halnya dengan meminjamkan uang kepada seseorang, dan sebagai imbalannya anda berharap ada pengembalian lebih.

Note:
Terkait adanya biaya Swap (biaya menginap jika posisi trade ditahan/belum ditutup lebih dari satu hari), dan itu dianggap bunga karena bisa mengurangi profit yang seharusnya kita dapat, hal ini bisa diatasi dengan membuka akun dengan fitur NO SWAP yang kini telah disediakan di banyak Broker yang menyediakan akun Islami (Islamic Account).

Dapat diserah terimakan

Meskipun kita tidak memegangnya secara langsung (secara fisik), namun dalam trading forex online, uang kita akan masuk ke dalam saldo akun kita dan sepenuhnya menjadi milik kita.

Seperti halnya saat melakukan transfer uang, kita tidak mendapatkan uang secara fisik tho, namun hanya berupa angka di rekening kita. Dan itu sah-sah aja kan?

Transaksi secara Kontan/Tunai/Langsung

Banyak yang mempermasalahkan hal ini. Katanya transaksi dalam Trading Forex online itu tidak tunai dan dianggap Haram.

Mereka menganggap bahwa kita mendapatkan asset kembali saat posisi trade ditutup, jadi ada jeda di sana antara posisi open trade dan close trade, dan ini dianggapnya tidak tunai dan menyebabkan Haram.

Aktualnya, saat kita klik opsi Buy (misalnya), artinya kita membeli asset dengan saldo kita sesuai harga SPOT saat itu. Saldo kita langsung terpotong dan asset itu kini menjadi milik kita seutuhnya (*TUNAI 1)

Ketika grafik berjalan, artinya asset itu memiliki perubahan nilai (bisa lebih rendah atau lebih tinggi), dan kita bebas untuk tetap menyimpannya atau menjualnya kembali.

Jika dirasa harganya sudah cukup tinggi, kita bisa menjualnya kembali dengan klik tombol CLOSE trade. Dan secara instan aset itu kini terjual kembali dan masuk ke saldo akun kita (*TUNAI 2).

Note:
*TUNAI 1: kita beli aset dengan saldo kita (BUY). Saldo terpotong langsung dan kini kita memiliki aset.
*TUNAI 2: kita jual aset yang kita miliki (CLOSE). Saldo kita bertambah langsung dan aset itu sudah tidak kita miliki.

PENTING,!!
Mohon dibedakan Trading Forex tipe SPOT ini dengan Trading Binary Option. Karena dalam binary option, kita membeli/menjual aset dengan kurs sekarang, namun akan kita terima kembali (otomatis close, terjual kembali/terbeli kembali) dalam beberapa waktu ke depan, meskipun dalam posisi kurs yang tidak kita inginkan. Jadi lebih condong ke arah spekulasi (Maisir, Haram).

Fatwa MUI tentang Hukum Trading Forex

Sebagai panutan masyarakat Muslim di Indonesia, MUI juga mengeluarkan pandangannya terkait hukum trading Forex ini apakah halal atau haram melalui FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 28/DSN-MUI/III/2002 Tentang JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).

Secara umum, MUI berpandangan bahwa Trading Forex dengan jenis transaksi SPOT diperbolehkan, namun mengharamkan Trading Forex dengan jenis transaksi FORWARD, SWAP, dan OPTION (termasuk binary option).

Berikut sedikit penjelasan tentang jenis-jenis transaksi yang dimaksud:

  • Transaksi SPOT
    Transaksi jual beli Valas yang dilakukan secara tunai atau penyerahannya dilakukan saat itu juga. Bila pun terjadi keterlambatan, tidak boleh lebih dari 2 hari (dianggap sebagai batas waktu penyelesaian dari transaksi internasional yang tidak dapat dihindarkan).
  • Transaksi Forward
    Transaksi jual beli Valas yang ditetapkan sekarang, namun diberlakukan pada masa yang akan datang (tempo 2 hari sampai 1 tahun mendatang).
    Haram karena beli dengan harga sekarang, namun baru diterima nanti, padahal harga mungkin sudah berbeda.
  • Transaksi SWAP
    Kontrak jual beli Valas dengan harga SPOT yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga FORWARD.
    Note : Di kalangan Trader, istilah SWAP berarti Biaya yang muncul ketika transaksi forex ditahan lebih dari 1 hari (tidak disclose). Dan ini dianggap bunga atau riba.
  • Transaksi OPTION
    Kontrak untuk mendapatkan hak membeli atau menjual Valas yang tidak seharusnya dilakukan pada harga atau jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Meskipun banyak dari masyarakat yang ‘ngikut’ dengan fatwa MUI ini, dan kini beralih ke Trading Forex dengan transaksi SPOT serta menghindari SWAP, namun ada juga yang memberikan koreksi terhadap Fatwa MUI ini.

Salah satunya adalah dari Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A yang kurang setuju perihal batas waktu penyelesaian transaksi jual beli yg dibatasi maksimal 2 hari ini.

Seperti yang dikutip dalam blog Abumusa Albakasiy, beliau kurang setuju dengan penetapan MUI tentang batas waktu penyelesaian transaksi yang maksimal 2 hari tersebut dengan alasan kondisi yang tak terhindarkan karena merupakan transaksi internasional.

Menurut beliau, di era modern seperti saat ini, seharusnya transaksi bisa dilakukan dengan lebih cepat. Denagn memberi batasan penyelesaian 2 hari, itu sama halnya memberi peluang kepada para pemakan riba atau para speculator yang telah menjual dananya dengan skema spot untuk melangsungkan kejahatannya.

PENTING,,!!

“Sudah jelas ya. Untuk rekan-rekan Muslim yang masih melakukan trading Binary Option, mohon untuk memperhatikan Fatwa MUI ini.

Saya pribadi sudah berhenti dari aktivitas trading binary option yang sebelumnya saya promosikan juga melalui ulasan di blog ini”.

Kesimpulan

Demikian ulasan mengenai apakah Trading Forex sama dengan judi, bagaimana hukum trading forex apakah halal atau haram, termasuk juga bagaimana pandangan MUI terkait aktifitas jual beli Valas atau Trading Forex, juga sudah kita simak melalui FATWA yang dikeluarkannya.

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari ulasan di atas. Dan tetap, pada akhirnya semua keputusan kembali kepada kita sendiri. Mau lanjut menjalankan Trading Forex, memilah-milah jenis transaksinya, atau sama sekali berhenti.

Referensi:

  1. http://idrforex.com/fatwa-mui-forex-halal-atau-haram-dalam-islam/
  2. http://www.syariahonline.com/v2/fatwa/mui/2674-fatwa-mui-tentang-trading-forex.html
  3. http://indo.mt5.com/showthread.php?26362-Musyawarah-Kyai-Tentang-Hukum-Trading-Forex-Di-Mata-Islam
  4. https://muslim.or.id/222-jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html
  5. https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-trading-dalam-islam
  6. http://brokerforex.com/fatwa-mui-forex-halal-atau-haram-menurut-syariat-islam/
  7. http://abumusaalbakasiy.blogspot.co.id/2011/12/rangkuman-hukum-islam-tentang-bisnis.html

6 COMMENTS

  1. Intinya yang bermain Forex berarti bermain di dalam gedung yang memiliki 4 kamar, 3 kamar haram (binary option, swap, dan forward), 1 kamar yang halal (Spot). di dalam kamar spot ada 2 pemahaman, Fatwa MUI (Ratusan ulama) 2 hari paling telat closed, kalau dalam blog Abumusa Albakasiy tidak boleh 2 hari krn kini era modern sesuatu dpt terjadi dgn instan. intinya di dalam SPOT Jual beli valas kontan hari itu juga tp ada dispensasi hari.

  2. Bermanfaat sekali informasinya, mohon maaf ya gan keluar topik,, sy ingin menanyakan tentang iklan page-level ads di tema newspaper, penempatan script iklannya di header.php pada mobile atau header.php pada tajuk tema? Mohon sekiranya dijawab ya gan

  3. Wah padahal saya baru aja mau mulau trading forex pake binary option, terima kasih sekali penjelasannya, saya jadi terhindar dari kemaksiatan, kalau mau bisnis trading forex yang sistem SPOT apakah ada rekomendasi untuk pemula seperti saya harus mulai dari mana? terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here